Rabu 16 September 2026
Antre Bermain dengan Sabar
Fase A — Kelas 1 Ali · Pertemuan ke-5 (Bab 2: Bermain dengan Aman)
Identitas
π Bahasa Indonesia
Apersepsi
Bismillahirrahmanirrohim,
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu yang bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan.
π Firman Allah Subhanahu Wata'ala
Capaian, Tujuan & Alur Pembelajaran
Capaian Pembelajaran (CP)
Bahasa Indonesia (Fase A): Murid mampu menyimak dan memahami pesan dari teks aural (cerita yang dibacakan), merespons dengan menjawab dan menanggapi pertanyaan secara santun, serta menuliskan permulaan berupa kalimat sederhana tentang pendapatnya terkait diri dan lingkungan sekitar.
Tujuan Pembelajaran (TP)
Bahasa Indonesia: Hari ini kita akan menyimak cerita tentang Mika dan Tito yang ingin bermain trampolin di taman bermain, lalu belajar berbicara menjawab pertanyaan serta menuliskan pendapat kita tentang aturan bermain yang aman.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Bab 2 "Bermain dengan Aman" terdiri dari 8 pertemuan yang mengajak murid menyimak, membaca, berbicara, dan menulis seputar tema bermain aman bersama teman. Pada pertemuan ke-5 ini, murid menyimak cerita Mika dan Tito yang antre bermain trampolin, menjawab pertanyaan pemahaman cerita, lalu menuliskan pendapat tentang aturan bermain yang aman.
Model & Metode Pembelajaran
Pembelajaran menggunakan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dipadukan dengan metode tanya jawab dan bermain peran (role play), agar murid dapat merasakan langsung situasi mengantre bermain seperti dalam cerita.
Penjabaran Materi
1. Video Pembelajaran
2. Materi
Simaklah cerita berikut ini:
Mika dan Tito tidak merebut trampolin yang sedang dipakai temannya. Mereka memilih untuk bersabar dan menunggu giliran (antre), supaya trampolin tidak cepat rusak dan semua anak bisa bermain dengan gembira secara bergantian.
π Tabel Pengamatan Cerita
| No. | Nama Tokoh | Permainan yang Diinginkan | Sikap Tokoh | Akibat jika Tidak Tertib |
|---|---|---|---|---|
| 1. | Mika & Tito | Trampolin | Menunggu giliran (antre) | Trampolin bisa rusak |
Selain itu, saat menuliskan cerita, ingatlah bahwa nama tokoh seperti Mika dan Tito selalu diawali dengan huruf kapital.
3. Asesmen Formatif
A. Pilihan Ganda
Mika dan Tito ingin bermain apa di taman bermain?
- a. Ayunan
- b. Trampolin
- c. Perosotan
Mengapa Mika dan Tito harus menunggu giliran?
- a. Karena trampolin sedang rusak
- b. Karena trampolin sedang dipakai dua anak lain
- c. Karena mereka merasa lelah
Apa yang bisa terjadi jika trampolin dipakai terlalu banyak anak sekaligus?
- a. Trampolin menjadi baru
- b. Trampolin bisa rusak
- c. Trampolin menjadi lebih empuk
Sikap yang baik saat menunggu giliran bermain adalah ...
- a. Merebut mainan teman
- b. Bersabar dan antre
- c. Menangis dan marah
Huruf apa yang digunakan di awal nama tokoh seperti "Mika" dan "Tito"?
- a. Huruf kecil
- b. Huruf kapital
- c. Huruf sambung
B. Isian
Mika dan Tito bermain di __________.
Sikap sabar menunggu giliran disebut juga __________.
Nama tokoh dalam sebuah cerita ditulis dengan huruf __________ di awal katanya.
C. Esai
Ceritakan kembali dengan kalimatmu sendiri, apa yang terjadi pada Mika dan Tito di taman bermain!
Tuliskan pendapatmu, apa aturan bermain yang aman yang harus kita lakukan di taman bermain!
Kesimpulan & Refleksi
1. Kesimpulan Materi
Kita harus disiplin menunggu giliran (antre) dan merawat fasilitas bermain bersama teman, seperti yang dilakukan Mika dan Tito saat ingin bermain trampolin. Sikap sabar ini membuat semua anak bisa bermain dengan aman dan gembira secara bergantian.
2. Refleksi Pembelajaran
- Sebagian besar peserta didik sudah mampu mengikuti kegiatan pembelajaran dan memahami materi yang disampaikan, tetapi masih terdapat beberapa peserta didik yang membutuhkan arahan dan pengulangan dalam memahami konsep serta menyelesaikan tugas yang diberikan.
- Sebagian kecil peserta didik masih mengalami kesulitan dalam memahami instruksi, berkonsentrasi selama pembelajaran, serta mengerjakan tugas secara mandiri. Beberapa peserta didik juga masih memerlukan contoh yang lebih konkret dan pendampingan dari guru.